Begitu banyak destinasi wisata yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta, kekayaan alamnya tak habis dinikmati untuk memanjakan diri selama pergi melancong ke daerah tersebut. Kabupaten Gunung Kidul misalnya, menyediakan banyak macam alternatif wisata yang recommended untuk dikunjungi. Tak hanya pantai, kali ini saya dan teman-teman meluncur ke Goa Pindul untuk menikmati cave rafting.
Dengan jarak tempuh sekitar 40 menit dari hotel kami di kawasan Malioboro, saya janjian dengan penyedia jasa wisata Goa Pindul di Alun-alun Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul. Tidak lama kami menunggu, seseorang bermotor menjemput kami, dan kendaraan yang kami tumpangi pun mengikuti motor tersebut. Melewati jalanan perkampungan yang sempit dan berkelok, akhirnya kami tiba di Wirawisata Goa Pindul.
Sesampainya di pintu masuk, kami membayar harga tiket masuk seharga Rp 30.000,- kami dipersilakan untuk ‘berganti kostum’ mengenakan pakaian yang akan kami pakai untuk rafting. Setelah berganti baju di tempat yang telah disediakan, kami pun dibebaskan untuk memilih pelampung, sepatu, dan ban udara yang akan kami gunakan selama rafting nanti. Kami tidak sabar untuk segera meluncur ke sungai, saya pikir jarak tempat administrasi dan Goa Pindul itu bersebelahan, ternyata tidak! Kami diajak untuk berjalan kaki melewati rimbunan pepohonan sambil membawa ban udara yang ekstra besar.
Di lokasi awal, kami dipandu untuk menaiki ban udara yang kami bawa. Saya kira naiknya gampang, ternyata lumayan juga! Jika kurang hati-hati, bisa-bisa kita kita nyebur sebelum peperangan!
kami juga dipersilakan untuk membawa kamera selama kegiatan cave rafting berlangsung. Saya kembali berpikir, apa kameranya gak akan nyemplung? Tenang saja! Selama kita mematuhi prosedur yang dikeluarkan pemandu, kejadian tersebut tidak akan sampai terjadi. Saya pun merasa tenang, terlebih, kelompok orang yang melewati kami malah membawa gadget yang lain seperti Mp3 player dan henfon, mungkin sedang update location di Path mereka!
Setelah semua siap, kami pun meluncur! Dengan mengandalkan dayung kaki, kami mulai memasukki goa. Perlahan namun pasti, pemandu menjelaskan bahwa kami akan melalui 3 lokasi didalam goa, yaitu wilayah terang, wilayah remang-remang, dan wilayah kegelapan abadi.
Didalam goa, terdapat stalaktit dan stalakmit yang menjulang, terbentuk karena tetesan air selama jutaan tahun lamanya, terdapat batu tirai yang sangat besar. Kenapa disebut batu tirai? Karena stalaktit yang terbentuk menyerupai tirai!
Terdapat juga batu stalakmit yang sangat besar ditengah-tengah goa yang menjorok ke air. Kami pun memasuki wilayah kegelapan abadi. Jangan harap bisa melihat sesuatu didalam sana, asli gelap gulita! Asyik banget! Jadi tidak sabar untuk mengetahui hal apa yang akan terjadi di wilayah lainnya!
Didalam goa juga terdapat batu yang konon dapat meningkatkan keperkasaan pria. Perlu dicoba nih, meskipun kevalidan dari mitos tersebut belum tentu shahih, saya hanya menanggapi hal tersebut sebagai hiburan semata
bau kotoran kelelawar pun menyerang, saya arahkan blitz kamera keatas. Disana terdapat beberapa ekor kelelawar, hidup kelelawar yang memang menyukai tempat kegelapan, jangan heran bila terkena kotoran kelelawar saat berkunjung ke goa Pindul!
Sampailah kami di tempat yang direkomendasikan untuk berenang. Ditempat tersebut terdapat lubang yang memancarkan cahaya matahari masuk kedalam goa. Tidak tunggu lama, kami pun ditantang untuk melompat dari ketinggian dan nyebur ke sungai!
Setelah puas ‘atraksi’ loncat dari ketinggian, kami pun melakukan body rafting sampai keluar goa. Airnya sejuk dengan kedalaman yang tidak bisa saya rasakan dengan kaki.
Kami pun berenang sejenak di lokasi tempat keluar goa.
Setelah keluar dari lokasi goa, kami dipersilakan untuk naik keatas dan pulang dari lokasi. Cara yang recommended untuk naik keatas bendungan adalah dengan menggunakan tali yang tersedia di area. Biar gaya kayak pendaki gitu!
Kami dijemput dengan menggunakan mobil bak terbuka dan diantar sampai ke lokasi administrasi. Tempat pertama kami datang ke goa Pindul.
Perjalanan yang lumayan melelahkan, sesampainya di lokasi administrasi, kami pun kembali berganti kostum dan dipersilakan untuk menikmati wedang jahe yang dapat menghangatkan tubuh setelah berlama-lama nyebur di air.
Sebelum berniat pergi ke goa pindul, lebih baik melakukan reservasi terlebih dahulu. Di Wirawisata Goa Pindul ini terdepat 2 alternatif rafting. Ada cave rafting seperti yang saya nikmati (Harga Rp 30.000,-) atau river rafting (Harga Rp 40.000,-), bisa juga menikmati kedua-duanya dengan akumulasi harga tersebut.
Saya dapat informasi dari teman, bahwa nomor kontak yang dapat dihubungi untuk reservasi adalah Haris Purnawan, 0859596565561. Pembaca yang berniat berwisata ke Goa Pindul, dapat menghubungi nomor tersebut!










































Maka Berkatalah..