Mengenal Hipotermia dan Pencegahannya


In MemoriamSebelumnya turut berduka cita untuk korban-korban yang meninggal di beberapa gunung di Indonesia. Salah satunya adalah Shizuko Rizmadhani. Siswi salah satu SMA Negeri di Bekasi. Semoga Almarhumah ditempatkan di tempat yang terbaik oleh Allah SWT.

Dan semoga ini mengingatkan kepada kita semua bahwa gunung bukan tempat yang dapat disepelekan, dianggap remeh, dijadikan tempat keren-kerenan di media sosial dan teman-teman di kota, tanpa memerhatikan safety procedure yang ada.

Bukan… Gunung bukan tempat seperti itu!

Mengenal Hipotermia

hipotermiaMenurut Wikipedia: Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Gejala Hipotermia

Gejala hipotermia dimulai dengan gejala kedinginan seperti biasa, dari mulai badan menggigil, sampai gigi berkerutuk karena dingin. Hipotermia bisa menyerang dengan cepat bila tubuh korban basah, juga karena tiupan angin yang kencang. Hal tersebut mengakibatkan korban kehilangan suhu tubuhnya.

Gejala HipotermiaPuncak dari gejala hipotermia adalah korban yang merasakan kepanasan hebat, padahal udara sebenarnya dingin (disebut: “paradoxical feeling of warmt”). Hipotermia menyerang saraf dan menjalar dengan perlahan, oleh karena itulah para korban hipotermia biasanya bertingkah diluar kebiasaan. Dari sekian banyak korban hipotermia, tidak banyak mengetahui bahwa dirinya terserang hipotermia karena gejala-gejala tersebut. Jadi bila teman-teman sekalian hendak mendaki atau pergi ke tempat yang bersuhu dingin, usahakan bersama orang-orang yang mengetahui gejala-gejala hipotermia. Hal ini berguna bagi pengawasan dan upaya pencegahan bagi teman-teman kita yang sakit.

Dalam kasus Almarhumah Shizuko, salah satu temannya menuturkan bahwa korban mengalami kesurupan (karena bertingkah aneh). Ini yang perlu digaris bawahi juga, saya mengerti dan menyadari bahwa kita manusia hidup di dunia ini dengan mahluk Allah yang lainnya, yang terlihat maupun yang tidak. Tapi pasti ada penjelasan ilmiah mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan belum tentu hal tersebut dapat dikategorikan sebagai “kesurupan” karena hal-hal gaib.

Dalam kasus penderita hipotermia, selain merasa kepanasan ketika hawa dingin, korban juga akan mengalami halusinasi. Halusinasi juga bisa terjadi meskipun korban tidak sampai mengalami paradoxical feeling of warmt. Ketika korban hipotermia sudah kehilangan ‘kesadaran’, maka korban akan mudah berhalusinasi.

Pencegahan Hipotermia

** sebelumnya, artikel blog ini dibuat untuk mengedukasi pembaca, khususnya bagi para penggiat kegiatan alam bebas yang mungkin saja sewaktu-waktu dapat berinteraksi dengan penyakit ini. Untuk penanganan dan pengobatan lebih lanjut, dapat dikonsultasikan tenaga ahli, atau tenaga medis yang lebih expert menangani hal seperti ini.

1. Ketahui atau kenali kondisi alam, cuaca, suhu udara, ketika akan pergi melakukan kegiatan alam bebas. Pergunakan pakaian yang jika terkena basah dapat dengan cepat mengering. Norman Edwin, salah satu pendaki gunung dalam buku “Mendaki Gunung” menyebutkan bahwa: “Usahakan tidak menggunakan pakaian berbahan jeans” Alasan tersebut dikemukakan karena jeans berbahan kasar, cenderung sulit bergerak, dan susah mengering. Pergunakan bahan pakaian yang sintetis seperti polyester atau spandex.

2. Persiapkan perbekalan pangan yang cukup, banyak juga yang mengabaikan hal ini ketika sedang melakukan kegiatan alam bebas. Bekali pangan dengan membawa makanan penambah energi yang banyak dijual di pasaran. Sebenarnya mie instan adalah salah satu makanan yang tidak dianjurkan bagi pendaki gunung (baca artikelnya disini) usahakan membawa coklat, biskuit, oat, atau roti.

3. Menjaga kondisi tubuh agar tetap kering dan hangat. Berterima kasihlah kepada pribahasa Bahasa Indonesia yang menuturkan bahwa “Sedia payung sebelum hujan”. Maka sediakan dan bawalah ponco ke gunung. Hal ini digunakan untuk menjaga tubuh dan logistik tetap dalam keadaan kering. Pergunakan jaket yang tahan air serta, dan usahakan membawa pakaian cadangan dan asesoris seperti kaos kaki dan sarung tangan, tentunya harus dalam keadaan kering juga.

4. Persiapkan alat komunikasi, jangan juga mengandalkan HP sebagai alat komunikasi (karena tidak semua gunung memiliki sinyal, kan?). Pergunakan isyarat yang dapat dipahami teman yang ikut serta bersama. Bawalah cermin dan peluit ketika sedang melakukan pendakian. Banyak juga ransel yang menyediakan peluit di ikat dadanya, ini dapat dipergunakan untuk alat isyarat.

5. Jangan paksakan tubuh jika memang lelah. Istirahatlah. Jangan malu oleh teman-teman yang kondisi fisiknya lebih kuat. Maka dari hal itu, latihan fisik sebelum pendakian juga tentunya dapat membantu banyak bagi kelancaran perjalanan. Dan ketika memang lelah, berikan pengertian kepada teman, dan mintalah istirahat. Sediakan makanan dan minuman penambah energi yang dapat segera memulihkan gejala kelelahan tersebut.

6. Membawa perlengkapan yang dapat menghangatkan tubuh seperti space blanket atau bivy sacks. Juga bawalah peralatan persiapan kondisi darurat yang lainnya.

Masih mau sok-sok-an di gunung? Mendaki gunung itu sulit ya? Iya! Tapi tidak bagi para penggiat yang mematuhi prosedur. Jangan lupa berdo’a. Salah satu takdir yang tidak pernah dapat ditolak adalah kematian. Dimanapun kita berada, begitu dekat dengan kematian. Alam itu indah, selama kita menikmatinya dan bersyukur. Jangan pernah melalaikannya. Semua yang kita perbuat pasti ada hasilnya. Salah satunya adalah kelalaian. Jika kita lalai, niscaya bencana pun akan didapat.

(sumber: dari sini)

16 thoughts on “Mengenal Hipotermia dan Pencegahannya

    • kita gak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari, untuk itulah kita menjalaninya! jangan pernah takut untuk mencoba. patuhi prosedur yang ada yaa bapak perawat!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s