Braga Festival 2013


Selamat ulang tahun Kota Bandung, yang genap berusia 203 tahun! Berarti setidaknya Kota Bandung akan ramai dengan berbagai event tahunan untuk merayakan hari jadi nya ini. Dan salah satu event yang paling ditunggu, serta banyak menarik wisatawan untuk datang ke Bandung adalah Braga Festival.

Mengenang Para Tokoh Jawa Barat

Dengan tema yang berbeda dari tahun sebelumnya, Braga Festival 2013 memilih tema “Memento Mori”, berupa tribute to para tokoh, pelopor, artis, yang lahir di Jawa Barat namun telah meninggal, seperti Nike Ardila, Kang Ibing, Harry Roesli, Mang Koko, dan yang lainnya, agar tetap dikenang dan menginspirasi banyak orang yang datang ke Braga Festival 2013.

Stand dan Hiburan

Dengan menempati area sepanjang jalan Braga (Braga Pendek dan Braga Panjang) Terdapat banyak stand-stand yang berjajar memeriahkan acara tahunan tersebut. Mulai dari Makanan, Souvenir, Komunitas, sampai LSM. Juga tak ketinggalan juga panggung-panggung yang tersebar sepanjang venue, live street, dan hiburan-hiburan lainnya yang dapat memanjakan pengunjung.

Lebih Banyak Menjaring Turis Asing

Event yang di resmikan langsung oleh Wali Kota Bandung yang baru, Ridwan Kamil (Kang Emil) ini, menampilkan banyak karya seni dari seniman-seniman urban sunda. Hal ini tentunya yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung.

Hilangnya Ciri Khas Braga Festival

Acara yang berlangsung dari tanggal 27 sampai 29 September 2013 ini, memiliki rombakkan acara yang lebih “wah” dari tahun-tahun sebelumnya. Saking “wah”-nya, malah dinilai bagi banyak orang bahwa hal ini lah yang membuat ciri khas Braga Festival hilang, atau setidaknya hanya terlihat sebagian kecil dari keseluruhan rangkaian acara.

Saya pribadi merasa kecewa untuk Braga Festival tahun ini. Sungguh disayangkan, karena Braga Festival tahun ini terkesan “maksain” dengan semakin banyaknya pedagang memenuhi trotoar, dan membuat susah untuk berjalan-jalan di venue. Juga, pengisi acara seperti Band dan Dangdut yang terlalu “kebanyakan”.

Sampah, setiap event bisa saja menimbulkan banyak sampah. Namun hal ini mestinya dapat terminimalisir dengan baik dengan diadakannya tong-tong sampah sepanjang venue. Tapi, sepanjang jalan yang saya lalui, tak satupun tong sampah yang terlihat. Dan dengan kesadaran pengunjung akan tertibnya membuang sampah pun kurang. Alhasil, saya sempat menginjak saus tomat bekas sosis bakar. Iyuwkh…šŸ˜¦

Di tahun 2012, saya merasa dihibur dengan penampilan sinden dan tabuan gendang yang dibawakan oleh mahasiswa prodi karawitan STSI Bandung, dan penampilan kesenian sunda lain yang tentunya sudah jarang ditemui di masa sekarang.

Membludaknya pengunjung juga tidak terorganisir dengan baik, sehingga ketika salah satu panggung di Braga Festival sedang menunjukkan aksinya, pengunjung yang lalu-lalang untuk melihat pertunjukkan lain terpaksa berdesak-desakan dengan penonton di panggung tersebut, jalanan habis oleh penonton, sesak dan riuh. Meskipun akhirnya dapat dikondisikan, namun setidaknya menjadi point negatif bagi promotor dari masyarakat yang merasa dirugikan karena hal ini.

Tak hanya mengutuk di venue, keluhan masyarakat mengenai kekisruhan yang terjadi di Braga Festival pun ramai di jaring sosial.

Tetap Dipuji

Terlepas dari banyaknya hal yang dikeluhkan, namun tetap Braga Festival dapat menghibur banyak orang. Salah satu yang menjadi favorit saya, dan yang selalu saya tunggu di Braga Festival adalah, karawitan. Betapa tidak, seperti yang telah saya sebutkan diatas, telah susahnya ditemui kesenian seperti ini, tentunya dapat mengobati rasa rindu untuk menikmati sinden bernyanyi diiringi irama-irama yang ditimbulkan dari berbagai jenis alat musik khas sunda ini.

Hal unik lainnya yang saya tunggu-tunggu adalah kehadiran Bus Megaplex dari Damri. Bus kota kebanggaan Kota Bandung ini dirancang sedemikian rupa menjadi sebuah bioskop kecil. Tak ketinggalan untuk foto pribadi! Banyak orang mengantri untuk foto figur. Figur tahun ini adalah seorang wartawan yang sedang mewawancarai Wali Kota kebanggaan Bandung, Kang Emil.

Sampai jumpa di Braga Festival 2014! Semoga tahun ini menjadi bahan evaluasi yang baik sehingga tahun depan dapat lebih baik lagi, sehingga meminimalisir keluhan pengunjung yang datang!

5 thoughts on “Braga Festival 2013

  1. Bener. Emang kata Pa walkot juga si Bragfest tahun ini kudu banyak evaluasi, soalnya warisan rezim pemerintah sebelumnya.

    Loba nu ngajual sosis ketimbang surabi ieu Bragfest teh.:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s