Pertama Kali Mendaki Gunung


Pertama kali mendaki gunung? CAPEK, JENDRAL!!

Sebenarnya, saya adalah seorang Backacker amatiran… Hiks😦

Hobi plesiran mulai saya geluti ketika dalam masa transisi dari SMA ke bangku kuliah. Karena libur panjang dan obsesi yang memadai, saya pun nekat bertolak dari Bandung menuju kota kelahiran ayah saya, Surakarta! Hal ini dipicu karena saya sering mampir ke Blog orang lain yang sejatinya mereka sudah menjadi sesosok manusia yang hobi backpacking, dan mereka berhasil memperdaya anak perawan seperti saya ini!:mrgreen: Meskipun destinasi yang dituju masih dalam batas teritorial yang saya kenal (karena tiap tahun saya dan keluarga mudik lebaran ke Solo) namun darisanalah, saya mulai menikmati hobi baru saya itu, dan seenaknya menamai saya sendiri sebagai seorang backpacker! (masih amatir? Iyaa)😐

Setelah banyak daerah yang saya singgahi, mulai dari pulau Jawa, Sumatra, sampai Sulawesi, saya pun tertantang untuk menikmati indahnya puncak pegunungan, seperti cerita yang sering saya baca ketika mampir ke blog orang lain yang menamai diri mereka “anak gunung” dan cerita teman-teman unit pecinta alam kampus saya, sayapun tertantang untuk nanjak.

Dan gunung yang pertama saya daki adalah Gunung Gede Pangrango

Ceritanya, karena masih amatiran. Saya hanya mengandalkan sepatu converse, daypack 40 liter yang sering saya pakai untuk backpacking, jaket 2 lapis (karena saya tidak punya jaket tebal), dan perbekalan makanan yang ala kadarnya.. Dengan mengucapkan Bismillah terlebih dahulu, sayapun NEKAT nanjak ke gunung!🙂

Track yang relatif landai, 15 menit pertama masih dalam kekuasaan stamina untuk terus berjalan. 15 menit selanjutnya, masih landai, namun sedikit banyak tanjakan, sepertinya merasakan kontroversi hati, apakah sanggup lanjut atau tidak. 15 menit kemudian, jalan sudah mulai ngos-ngosan dan pelan. Sempat malu untuk minta berhenti, namun seperti yang diinstruksikan teman saya, bahwa “kalo capek bilang yaa” akhirnya saya menyerah.😐

Terlalu banyak beristirahat hingga memakan waktu yang lebih lama dari durasi normal. Yaa begitulah katanya, kalo bawa anak baru!😐 Jujur saja, saya jadi merasa tidak enak. Tapi opsi yang diberikan teman saya, bahwa “kalo capek bilang yaa” itu, membuat saya merasa agak tidak memikirkan rasa tidak enak tersebut.

Setelah sampai puncak, Worth it! Pemandangan yang aduhaai, speechless! Samudera awan membentang sejauh mata memandang. Malah saya sampai meneteskan air mata, saking terharunya, dan makin memuji Allah SWT, raja semesta alam. Yang membuat saya menangis adalah, karena saya merasa kecil. Diantara luas tanah yang saya injak, dan luas langit yang saya lihat, I’m nothing but like an ashes, I’m nothing but like a dots on the widescreen. 

Ketika Pendakian ke Gn. Manglayang

Ketika Pendakian ke Gn. Manglayang

Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi sesosok individu yang menyukai aktivitas mountaineering. Saya jadi menyukai olahraga lari, untuk meningkatkan stamina saya jika ‘nanjak’ nanti. Saya membaca banyak artikel mengenai tips-tips pendakian dan safety procedure dalam mendaki gunung. Saya jadi lebih banyak menyisihkan uang jajan, untuk membeli perkakas pendukung aktivitas gunung. Yang belum kesampean sih, upgrade tas carrier ke kapasitas yang lebih besar. Karena sebelum-sebelumnya saya hanya mengandalkan jasa “pinjam dong mas” ke kakak saya😛 (kebetulan dia “anak gunung” selama 17 tahun terakhir).

Meski masih menjadi backpacker amatir, dengan 5 gunung yang telah saya daki, saya jadi memiliki sebutan tambahan:

Mountaineer amatir!🙂

Jangan ambil apapun kecuali gambar/foto

Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki

Jangan bunuh apapun kecuali waktu

7 thoughts on “Pertama Kali Mendaki Gunung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s