Pemanfaatan Biopori Untuk Mengatasi Banjir


Banjir... :(

Banjir…đŸ˜¦

Banjir, jalur yang setiap hari harus saya lalui ketika hendak pergi ke kampus. Jalur Baleendah – Dayeuhkolot selalu ingin saya ‘skip’ jika banjir datang, dan hujan adalah berkah yang ingin saya khianati jika mengingat bahwa keesokan harinya saya harus datang telat ke kampus karena bergelut dengan macet akibat banjir.

Permasalahan banjir tidak hanya dirugikan oleh warga ibu kota Jakarta. Saat ini, bencana tersebut juga telah merugikan banyak daerah di Indonesia, termasuk wilayah kabupaten Bandung Selatan dan sekitarnya.

Jika merunut permasalahan penyebab banjir, semua orang setuju bila bencana tersebut salah satunya diakibatkan oleh sampah, baik itu sampah industri maupun sampah rumah tangga. Dan salah satu hal yang dapat mengurangi permasalahan sampah, sekaligus memperbaiki lingkungan agar tidak menyebabkan banjir adalah dengan memanfaatkan teknologi lubang resapan biopori.

Lubang Biopori (Sumber: Ristek.go.id

Lubang Biopori (Sumber: Ristek.go.id)

Lubang resapan biopori adalah lubang kecil berpori didalam tanah yang terbentuk oleh kegiatan organisme didalam tanah, seperti akar tanaman, cacing, rayap, dan hewan-hewan kecil yang memiliki aktivitas organisme di dalam tanah lainnya. Pori-pori yang terbentuk oleh kegiatan organisme tersebut dapat meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air dengan sirkulasi air dan oksigen langsung kedalam tanah. Biopori tersebut dapat membuat tanah menjadi gembur. Aktivitas biopori biasanya berlangsung didalam tanah yang masih alami, namun karena kegiatan pembangunan dan pengolahan tanah lainnya yang dilakukan oleh manusia, aktivitas ini tidak berjalan semestinya. Teknologi biopori dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Cara Kerja Lubang Biopori

Cara Kerja Lubang Biopori

Keunggulan lubang resapan biopori yaitu dapat membuat sampah organik menjadi kompos. Limbah rumah tangga yang sebagian besar didominasi oleh sampah organik dapat dibuang kedalam lubang biopori. Selanjutnya, sampah-sampah tersebut akan ‘memanggil’ organisme yang berada didalam tanah. Para organisme ini akan melakukan ‘perjalanan’ menuju sampah organik, dengan otomatis akan melubagi tanah-tanah sehingga terciptalah pori-pori yang dapat menampung air resapan kedalam tanah, juga menyimpan cadangan air bila kemarau tiba. Organisme tersebut akan melakukan dekomposisi terhadap sampah organik yang dimasukkan kedalam lubang resapan biopori, aktivitas ini akan menghasilkan kompos.

Pembuatan lubang biopori dapat diimplementasikan didekat pembuangan air seperti selokan atau sungai. Lubang biopori berbentung silinder berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm sampai 1 meter, atau tidak melampaui kedalaman air tanah. Lubang tersebut dapat menampung hingga 8 liter sampah organik (sebanding dengan sampah organik rumah tangga sampai 4 hari/rumah) dalam selang waktu 2 – 3 bulan, sampah tersebut akan berubah menjadi kompos.

Proses dekomposisi tersebut dapat mengurangi terbentuknya gas metan yang dapat menghasilkan efek rumah kaca, air yang diresap dalam kegiatan ini dapat menampung 80 cm2, tergantung besaran diameter dari lubang biopori yang dibuat. Semakin banyaknya lubang biopori dibuat, maka dapat membantu penyerapan air lebih banyak, artinya bencana seperti banjir dan tanah longsor dapat terhindar.

Banyak keuntungan yang dapat diambil dari lubang biopori, selain kegiatan membuang sampah organik, hasil dari proses dekomposisi sampah tersebut dapat digunakan sebagai pupuk kompos tanaman, membantu tanah kembali menjadi gembur, menyerap air kedalam tanah selakigus meningkatkan cadangan air bersih ketika kemarau tiba, mencegah genangan air dan banjir, mencegah erosi dan longsor, membantu penyuburan tanah, juga membantu menjaga lingkungan karena mengurangi gas metan yang dapat menghasilkan efek rumah kaca.

Semoga informasi ini berguna bagi para pembaca, dan dapat diimplementasikan di rumah. Dengan begitu, banjir tidak akan menghalangi aktivitas keseharian kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s