Bandung? Surganya Kuliner!


Menyambung dari post sebelumnya, saya melanjutkan perjalanan untuk mencari makan. Kota Bandung dan Makanan! Keduanya memiliki korelasi yang sangat dekat. Apa yang membuat Bandung dikenal, selain factory outlet dan bangunan bersejarahnya? Ya pasti tempat makan!:mrgreen:

Dari daerah Tegalega, saya langsung tancap gas ke kawasan Buah Batu. Buah Batu jaman dulu sih dikenal dengan kawasan anak “gahoelz” Bandung! Kenapa engga? Soalnya di banyak titik jalanan Buah Batu, terdapat tempat tongkrongan anak muda nya.. Meskipun sekarang sudah tidak begitu terkenal bagi tempat nongkrong anak muda sih. Tapi, setiap hari saya lewat jalan Buah Batu menuju kampus, jalan ini memang selalu macet!๐Ÿ˜ (apa hubungannya?)

Tapi untuk saat ini, saya bukan mencari tempat nongkrong, tapi mau makan!๐Ÿ™‚ meski bukan restoran, cuma pedagang kaki lima, namun tempat ini recommended banget jika blogger sekalian berkunjung ke Bandung!

Terletak di Jalan Buah Batu, persis didepan Griya Buah Batu, puluhan pedagang kaki lima berjejer memadati trotoar yang berada disepanjang jalan Griya Buah Batu tersebut. Aneka makanan seperti Cimol: Aci Digemol (tepung aci dibulatkan) Cireng: Aci Digoreng, Gehu Pedas, dan masih banyak lagi menjadi pilihan para konsumen untuk berburu makanan disini. Kebetulan! Sewaktu-waktu saya sering mampir untuk membeli makanan seperti cimol atau cilok: aci dicolok (Aci yang Ditusuk) namun sering terlintas untuk membeli makanan yang berada persis disebelah gerobak cimol. yaitu Mie Golosor.

Mie Golosor

Mie Golosor

Kenapa terpikir untuk mencoba Mie Golosor? Soalnya banyak banget orang yang berjejal memadati gerobak Mie Golosor. Sangat kebetulan, saat saya mampir ke Mie Golosor, tempatnya sedang sepi! Saya sering malu kalau mau mampir kesana, mungkin itu yang menyebabkan saya selalu mengurungkan niat jika akan membeli kesana. Habis yang beli kebanyakan Mahmud (mamah muda)๐Ÿ˜›

Mie Golosor. Jika diartikan kedalam Bahasa Sunda, “Golosor” itu berarti “Gelincir” kalau Bahasa Inggrisnya berarti “Slide” kenapa namanya harus Mie Golosor ya? Saya memesan 1 porsi Mie Golosor.

Yummy! :mmm:

Yummy!

Setelah makan, barulah mengerti, kenapa pedagangnya menamai Mie Golosor. Makanan ini didominasi oleh mie aci, yang saya tau sih, mie aci itu terkenal di Cianjur. Kini hadir disini, di PKL Mie Golosor Buah Batu Bandung!๐Ÿ˜› Begitu santapan pertama, mie aci langsung “tergelincir” masuk ke tenggorokan. Tidak butuh digigt, hanya tinggal “sluruuup” dan mie pun tergelincir kedalam!๐Ÿ˜€ Komponen yang terdapat didalam Mie Golosor ini berupa daun kol, telur, bawang, cabe rawit, dan makroni lembek. Pertama kali mencoba, jujur! Enak! (atau emang saya yang suka ama segala jenis makanan ya? :P) kuahnya kental, dan tercium sedikit rasa amis dari telurnya. Namun itulah yang membuat enak (menurut saya).

Saat memesan, saya ditawari level pedas yang saya mau. Ada sedang, pedas, dan setan, saya pastinya memilih sedang, soalnya saya tidak terlalu suka makanan pedas!๐Ÿ˜ฆ Pemilik dagangan Mie Golosor merupakan suami istri. Mereka akan dengan senang hati diajak mengobrol. Dan, saya beranikan diri juga untuk mengobrol! Istri sang pemilik Mie Golosor menceritakan, kalau siang memang tidak terlalu banyak orang yang datang, karena Mie Golosornya sendiri panas banget, ditambah cuaca Bandung yang sekarang-sekarang ekstrim banget panasnya. Konsumen lebih banyak datang ketika hujan, atau malam hari dan di dominasi ibu-ibu! Beliau bercerita, kalau konsumen yang langganan kesana sering berebut tempat duduk, sampai-sampai, ada juga lho yang sengaja bawa kursi dari rumah! Hmmm… Memang saya yang aneh kali ya, panas-panas malah makan mie yang panas!๐Ÿ˜›

Satu porsi Mie Golosor, hanya dihargai Rp5000,- saja! Wow! Juga terdapat beberapa snack yang digunakan sebagai topping Mie Golosor. Semua snack nya seharga Rp500,-/bungkus.

Sambil menikmati Mie Golosor, saya memesan minuman ke gerobak sebelah. Cuaca panas memang cocok minum es kelapa muda! Adem banget!

Es Kelapa Muda

Es Kelapa Muda

Satu gelas es kelapa muda, hanya dihargai Rp3000,-. Cocok banget buat para backpacker yang ingin menghemat biaya!:mrgreen: setelah kenyang, saya langsung meluncur ke rumah. Sambil memikirkan kira-kira tempat apa lagi yaa yang belum saya jamahi di Bandung? Will see!๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s