Menikmati Pantai di Selatan Cianjur


Pantai Jayanti

Pantai Jayanti, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur Selatan

Ada banyak cara untuk menikmati liburan, salah satunya berlibur ke tempat yang belum terlalu banyak orang tahu. Maka dari itu, setelah mencari referensi yang pas dengan keingingan liburan saya kali ini. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Pantai Jayanti. Belum tahu kan? Pantai Jayanti terletak di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Selatan. Jangan hanya berpikir jika Cianjur hanya dikenal dengan beras Pandan Wangi nya saja! Ternyata, setelah mencari tahu lebih jauh, Cianjur memiliki potensi wisata bahari bagi Jawa Barat.
Kecamatan Cidaun dapat ditempuh lebih dekat bila dari Kota Bandung via Ciwidey, yaitu sekitar 4-5 jam. Dibandingkan jika dari Cianjur Kota-nya sendiri, yang menurut informasi, dapat memakan waktu hingga 6-8 jam! Jauh juga ya.
Diiringi dengan perbekalan yang cukup, tidak lupa disertai dengan do’a. Saya, bersama teman saya, Dadan. Tanggal 17 februari 2013 dengan menggunakan motor, kami meluncur ke Cidaun via Ciwidey. Berhubung letak rumah saya yang berada di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pergi dari rumah jam 06.00, dan sampai di Ciwidey sekitar 06.45. Kami berhenti sejenak di salah satu warung penjual nasi kuning yang bertebaran disepanjang pinggiran jalan Ciwidey. Dengan porsi yang menurut saya dapat dibagi menjadi dua piring, nasi kuning yang kami beli hanya dihargai Rp4000,- saja! Wow!

Jalan menuju Pantai Jayanti

Jalan menuju Pantai Jayanti

Setelah puas melahap nasi kuning, kami bergegas melanjutkan perjalanan. Udara sejuk mulai menerpa seluruh tubuh saat memasuki rimbunan pohon di Ciwidey. Bukan hanya sejuk, semakin lama semakin… Bbbrrr! Dingin! Ditambah dengan rintik hujan gerimis, dinginnya serasa menyentuh tulang. Tak salah kami baru saja makan nasi kuning, setidaknya dapat sedikit menghalau rasa dingin yang kami rasakan. View perkebunan teh dan perbukitan yang kami nikmati, sungguh dapat membayar udara dingin yang kami rasakan. Tidak lupa kami mengabadikan kedalam kamera yang kami bawa.

Pemandangan Menuju Pantai Jayanti

Pemandangan Menuju Pantai Jayanti

Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya kami menemukan petunjuk arah yang menginformasikan bahwa Cidaun dapat ditempuh dengan jarak 41km. Sayapun merasa lega dan sedikit meremehkan. “41 kilometer sih dari rumah gue ke kampus! Gampang lah!” kamipun melanjutkan perjalanan sambil menikmati indahnya pemandangan sepanjang jalan. Tak henti-henti saya terkagum-kagum dan memuji Allah SWT terhadap mahakarya yang telah Beliau ciptakan. Membuat kami makin bersyukur masih dapat menikmati panorama indah yang Beliau perkenankan kami untuk menikmatinya. Ditambah, kami menjumpai lembah sangat indah, membuat kami sepakat untuk berhenti dan mengabadikannya. Dengan aspal jalan yang mulus, rasanya dengan mudah saya dapat mengendarai motor hingga Pantai Jayanti. Hingga sampailah kami diperbatasan Kabupaten Bandung – Kabupaten Cianjur dan memasuki hutan, ekspektasi mudahnya perjalanan yang kami tempuh, hancur lebur seketika karena jalanan rusak dan curam. Huuuffftttt!

Kondisi jalan. beberapa meter lagi rusak! -_-

Kondisi jalan. beberapa meter lagi rusak! -_-

Semakin menjauh dari perbatasan, jalanan yang kami lewati semakin hancur. Membuat kami meragukan, apakah benar jalan yang kami lewati? Jangan-jangan kita tersesat! Namun kami tetap melanjutkan perjalanan. Sesekali, kami merasa tenang karena jalanan kembali normal. Namun beberapa meter kemudian, hancur kembali. Jalanan mulus hanya dijumpai ketika kami mulai memasuki perkampungan warga. Dan kembali rusak setelah memasuki belantara hutan. Yang membuat perjalanan menjadi menyenangkan adalah dengan suguhan pemandangan sawah, lembah, dan air terjun. Sungguh sangat indah, seperti dunia khayalan yang menjadi nyata. Hingga membuat saya kesulitan membuat kata-kata ketika menulis posting ini, yang jelas, keren abis!
Setelah menempuh perjalanan yang kami rasa sangat berat, akhirnya kami menemukan air terjun yang persis berada di pinggir jalan. Kami berhenti sejenak untuk foto-foto dan merasakan sejuknya air terjun tersebut. Airnya jernih dan segar.

adem banget! jadi pengen nyebur! :P

adem banget! jadi pengen nyebur!😛

Perjalanan setelah air terjun, jalan semakin terjal dan berbatu. Melewati hutan dengan jalan yang menanjak. Saya memalingkan pandangan, bahwa disebelah kanan saya ternyata jurang tanpa pembatas jalan. Dan berpikir kalau saya jatuh kesana, tidak akan ada orang menyadari saya jatuh dan menemukannya. Menyeramkan! Ditambah, jarangnya kendaraan yang lalu lalang, kami berpapasan dengan pengendara pun hanya beberapa kali. Setelah menanjak bukit, tibalah kami dipuncak yang memperlihatkan view langsung ke samudra hindia. Sekali lagi, kami terpukau dan berhenti sejenak menikmati hamparan laut biru dibawah kami. Subhanallah!

from the top!

from the top!

Akhirnya kami sampai di Kecamatan Cidaun. Saya pikir, setelah sampai ke Cidaun, kami dapat langsung menikmati Pantai Jayanti. Ternyata, kami masih harus menempuh perjalanan 4km untuk menuju kesana. Lanjut nyetir!
Waktu menunjukkan jam 10.15 pagi, kami sampai ditujuan. Pantai Jayanti ternyata adalah sebuah pelabuhan dan tempat pelelangan ikan. Pantainya sepi, dengan bebatuan yang terjal, dan dermaga yang banyak mendaratkan perahu nelayan. Sudah pasti para wisatawan yang datang tidak diperbolehkan untuk berenang. Kamipun hanya menikmati panorama pantai dengan berjalan kaki dan bermain air laut sambil foto-foto diatas batuan di bibir pantai.

begitu dateng langsung narsis dulu!

begitu dateng langsung narsis dulu!

Pantai Jayanti sepi, meskipun dihari libur. Ditambah, sampah yang menumpuk, membuat kami risih. Padahal, jika dikelola dengan baik, Pantai Jayanti dapat menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Cianjur. Yang berarti, dapat menambah pemasukan bagi di Kabupaten Cianjur dari sektor pariwisata. Tinggal memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas. Karena sepanjang perjalanan, kami tidak menemukan satupun pom pengisian bahan bakar. Yang tersedia hanyalah bensin eceran yang dijual warga dengan harga Rp6000,-/liter. Dan kami membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mencapai Cidaun. Alih-alih nyawa menghilang, karena minimnya pembatas jalan. Dengan embel-embel Pelabuhan dan Pelelangan ikan, pasar ikan yang terdapat disana pun dirasa sangat kurang mumpuni. Sangat disayangkan! Potensi seperti ini harusnya digarap lebih lanjut agar dapat memaksimalkan objek wisata yang terdapat di Kabupaten Cianjur.

narsis dulu di pantai!

narsis dulu di pantai!

Jembatan Cinta. keren banget!

Jembatan Cinta. keren banget!

Tips berlibur ke Pantai Jayanti:

  • Usahakan pengisian bensin full tank saat akan pergi, tidak ada satupun pom bensin sepanjang jalan.
  • Bawa makan dari rumah oke juga! Warung makan yang tersedia di pantai tersebut hanya menyediakan menu standar, berupa mie dan nasi goreng.
  • Jika berniat pergi lewat ciwidey menggunakan motor, usahakan membawa jaket tebal. Karena suhunya dingin!
  • Usahakan pergi se-pagi mungkin. Jika pergi dari kota Bandung, usahakan pergi dari jam 5 subuh, dan pulang jam 3 sore. Agar tidak kemalaman di hutan. Boleh jadi pulang jam 1 siang, agar dapat menikmati wisata lain di ciwidey sore hari, semisal situ Patengan.

6 thoughts on “Menikmati Pantai di Selatan Cianjur

  1. kondisi jalan…. parah ya om……. padahal rencana akhir juni ini…. kita mau ke sanyolo via ciwidey-naringgul-cidaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s