You’ve Save Me From Virginity


Handphone, pastinya sudah tidak asing lagi bagi semua manusia di dunia ini. Seakan menjadi barang wajib yang dimiliki oleh setiap orang, dan akan menjadi hal yang tabu, ganjil, kalo sehari aja terlepas dari gadget yang satu ini. Mulai dari HP yang fitur-nya cuma untuk SMS dan Nelfon, sampe yang canggih sekalipun. Pastinya HP telah memikat hati para penggunanya dengan performa yang dihadirkan oleh setiap merk.

Sudah hampir 10 tahun saya menggunakan HP. Dan satu tahun terakhir, saya memercayakan gadget yang saya pegang sampai saat ini adalah Smartphone Blackberry untuk menemani mobilitas saya. Alasannya jelas! Orang Indonesia banyak yang menggunakan Blackberry. Sebelumnya saya menggunakan Samsung Corby Txt, namun karena setiap orang yang saya SMS (terutama teman-teman kuliah) sering tidak membalas SMS yang saya kirim!😦 alasan mereka :

“Gue kagak punya pulsa! Makanya lo pake BB deh!”

Yaelah! Dan memang kebanyakan dari teman saya menggunakan Blackberry, saya-pun mau-tidak-mau harus merogoh kocek dan mengemis kepada orang tua saya untuk membelikan saya gadget tersebut.😆 Meski tidak terlalu tertarik, tapi saya tetap memaksakan untuk memakainya. Yang menurut saya, Blackberry adalah Smartphone yang tidak terlalu “Smart”. Bukan tidak terlalu lagi, namun “Really not Smart as Smartphone!” kenapa demikian? Fitur-fitur-nya sangat tidak sebanding dengan jutaan rupiah yang saya habiskan. Bukan sekedar itu, Blackberry hanya mengunggulkan sisi Social Networking dibanding Smartphone-nya. Mungkin fitur unggulan yang dimiliki Blackberry hanyalah Blackberry Messenger, dan fitur Push Email. Jadi terkesan mubazir bila saya menggunakan Handset tersebut. Karena tidak banyak yang bisa saya eksplor, karena memang saya tidak membutuhkan fitur Push Email. Saya memilih membuka email di PC atau Laptop karena tampilannya lebih besar. Masalah lain adalah LEMOT! Yang paling saya tidak suka dari Handset Blackberry. Sehingga untuk harga paket unlimited 1 bulan yang saya gunakan terasa “gak ada gunanya” ditambah harga yang ditawarkan oleh operator yang saya gunakan (saya menggunakan SIMp*ti dari T*lkomsel) untuk paket unlimited adalah Rp99.000,- sangat disayangkan sekaligus pemborosan besar-besaran bagi mahasiswa seperti saya, intinya saya kecewa.😦

Untuk menyiasati hal ini, saya berpindah operator. (Mencari service yang lebih memuaskan dengan koneksi yang cepat) namun kebanyakan orang telah mengenal nomor SIMp*ti saya, mengakali hal ini, saya terpaksa menggunakan 2 handset. Sungguh merepotkan!

Menyesuaikan dengan budget mahasiswa, saya mencari HP yang pas dan tidak muluk-muluk. Dan pilihan saya jatuh pada HP Samsung E1080 (bukan iklan). Desain yang ergonomis, fitur yang seadanya (Asal bisa SMS dan Telfon) dan harga yang rasional bagi pelajar yang hanya menghabiskan uang Rp135.000,- untuk mendapatkannya.

Samsung E1080

Di Handset Blackberry, saya menggunakan Operator Smartfr*en, dengan jargon “Anti Lelet”-nya, Operator tersebut memberikan service sebanding dengan yang saya bayar untuk harga paketnya (Asli, kenceng banget!) (bukan iklan😆 ) dan untuk HP Samsung-nya, saya menggunakan SIMp*ti.

***

Sudah hampir setengah tahun saya menggunaka HP samsung tersebut. Tidak ada fitur yang membuat istimewa memang, seperti HP low-end kebanyakan, HP ini menyuguhkan fitur standar. Selain SMS dan Telfon, mungkin fitur yang sering saya gunakan adalah Torch Light, semacam lampu senter, sangat berguna ketika saya berada di tempat gelap, melihat bagasi kendaraan saya ketika malam hari, mencari tempat duduk di bioskop, dan hal yang lainnya. Cara aktivasi fitur Torch Light nya pun terbilang sangat mudah. Dengan menekan Scroll Up selama beberapa detik di posisi layar Stand By, maka Torch Light pun aktif. Untuk menonaktifkannya, gunakan langkah yang sama.

Fitur yang saya baru sadari setelah berbulan-bulan saya menggunakan handset ini adalah kemampuan Fake Call. Meski awalnya saya tidak membutuhkan fitur ini, namun sesekali fitur inilah yang sangat membantu menyelamatkan virginitas saya!😆

Pernah suatu hari, saya terjebak dalam keadaan yang sangat genting. Saat itu saya ikut teman saya ke suatu tempat. Teman saya mengajak saya untuk mengikuti OPP (entah apa artinya dan saya tidak peduli apa artinya) dengan iming-iming bahwa bisnis tersebut sesuai untuk pelajar dan mahasiswa. Begitu terkejutnya saya, ternyata saya dijebak! Bisnis yang ditawarkan teman saya ternyata Multi-Level-Marketing yang memiliki nama perseroan PT. Melia Nat*re Indon*sia. Saya sangat dongkol saat itu, saya merasa tertipu! Saya dipaksa mendengarkan leader mereka “berkhutbah”, bak Mario Teguh Wanna Be, kata-kata mutiara dikeluarkan oleh leader itu. Saya dicekoki tentang keuntungan jika saya ikut “menanam saham” di bisnis tersebut. Yang orang itu omongkan hanyalah tentang Uang, Kekayaan, Rumah Mewah, dan Mobil. Saya sudah tidak tahan, saya berpura-pura untuk pergi ke WC, dan orang itu mengikuti saya. Niatan kabur-pun sirna. Secara tidak sengaja, saya menekan tombol Scroll Down selama beberapa detik. Kemudian muncul Command : “Fake Call Actived”

Image

Penaktivasian fitur Fake Call

Samsung E1080

Fitur Fake Call aktif

Saya bingung dengan command tersebut. Dan beberapa detik kemudian, HP saya berbunyi, seakan ada panggilan masuk dari “Unknow” saya menekan tombol “Reject”

“Kok telfonnya gak diangkat?”

Saya hanya tersenyum. Tersenyum licik! Ternyata HP samsung ini dapat menyelamatkan ke-virginitas-an saya!😀 Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, berpura-pura interest dengan apa yang dikatakan leader, saya merencanakan untuk membuat “Fake Call” kembali. Setelah Aktif, saya pura-pura mengangkat telfon dan “ngomong sendiri” setelah beberapa menit berbincang-bincang dengan orang “atah berantah” di telfon, saya pun memberi alasan kepada Leader MNI bahwa saya harus bergegas pulang. Dan saya pun berhasil lolos dari tempat tersebut, tertawa terpingkal-pingkal mewarnai perjalanan “kabur” saya!😆

* gambar diambil dari Google dan dari sini

* penyebutan merek dan perseroan diatas tidak bermaksud untuk melecehkan, menghina, ataupun menyakiti sebagian kaum dan/atau merendahkan mereka

2 thoughts on “You’ve Save Me From Virginity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s