Indonesia, the land of thousand disaster


Pertama, saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas terjadinya peristiwa pengeboman hotel JW Marriot dan Rizth Carlton Jakarta. Semoga yang terkena musibah diberi ketabahan. Dan pelaku segera ditangkap serta dihukum dengan hukuman yang setimpal atas perbuatan tidak terpuji-nya tersebut.

Sepuluh tahun terakhir, di Indonesia telah terjadi banyak peristiwa pengeboman. Seperti peristiwa bom di Bali beberapa tahun yang lalu dan yang lainnya. Meski dahulu perpolisian Indonesia telah menemukan base camp para teroris di Batu, Malang Jawa Timur. Namun tetap saja dunia per-terorisan tidak pernah sepi, malahan tetap saja terjadi. Seperti yang sering diberitakan di media cetak dan elektronik akhir-akhir ini bahwa Hotel JW Marriot dan Rizth Carlton Jakarta telah di Bom oleh orang-orang tengik dan tidak punya otak itu. Gara-gara mereka, “Si Budi” tidak jadi bermain Bola di Indonesia, yang rencananya para pemain MU yang mau bertanding dengan klub sepak bola Indonesia, akan menginap di hotel JW Marriot Jakarta. Tempat itu tak luput menjadi sasaran teroris.

Indonesia yang terkenal sebagai nuansa seribu pulau, keindahan beraneka ragam kebudayaan yang terdapat di Indonesia tidak bisa ditemui di Negara lain. Hal ini banyak mengundang berbagai macam turis dari seluruh penjuru bumi ini untuk bertandang ke Indonesia karena keindahan tempat wisatanya. Meski ancaman bencana alam dan teroris sering menjadi momok utama yang menakutkan bagi para wisatawan, tapi antusias mereka tak pernah surut untuk berkunjung ke Indonesia. Tapi mengapa masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab berani mencemari nama Indonesia ini dengan ide busuk mereka? Motif apa yang melatar belakangi para teroris untuk melakukan hal tersebut? Dengan perbuatan mereka yang meresahkan, para wisatawan mungkin berpendapat bahwa Indonesia selain Negara yang bernuansa seribu pulau, juga mereka akan beranggapan bahwa Indonesia sebagai Negara bernuansa seribu teroris karena terkenal dengan tempat pariwisata bom. Dimana fasilitas utamanya adalah ledakan, acara hiburannya adalah melihat mayat bergelimpangan dengan kepala dan anggota tubuh lainnya terpotong. Sebelum para wisatawan beranggapan demikian, apakah teror ini akan terus berlanjut?

Seperti yang banyak diberitakan di surat kabat dan media elektronik, bahwa para teroris berlatar belakang jemaah Islam yang berjihad membela kebenaran. Dan setiap peristiwa terror bom di Indonesia pasti pelakunya adalah jemaah yang menyebut dirinya Islam. Memangnya Islam pernah mengajarkan orang untuk nge-bom? Memangnya Islam pernah menganjurkan membunuh orang tidak berdosa? Saya sebagai warga muslim pastinya menentang keras dengan pernyataan mereka yang berdalihkan “Nge-bom untuk berjihad” perbuatan mereka mencemari nama Islam dan Indonesia. Kerena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Apalagi seperti yang diberitakan di media bahwa para teroris adalah lulusan pesantren. Pastinya tidak mungkin dipesantren diajarkan untuk merakit bom. Pastinya dipesantren atau disekolah dimanapun diseluruh penjuru dunia ini mengajarkan muridnya perdamaian, bukan perpecahan. Apakah waktu mereka masih duduk di bangku sekolah mereka memperhatikan guru yang sedang mengajar? Kalau misalnya mereka melakukan pengeboman di suatu tempat, pasti akan timbul banyak korban. Orang yang tidak berdosa-pun akan ikut terkena imbasnya. Apakah mereka pernah belajar statistik? Yang jadi korban bukan satu, tapi banyak. Bukan saja orang yang berada di tempat pengeboman tersebut yang akan trauma, tetapi orang yang belum pernah ketempat pengeboman tersebut akan mengurungkan niatnya untuk datang kesana karena takut terror itu terjadi lagi ditempat tersebut. Lalu, siapa yang harus disalahkan?

Indonesia, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia harus bersatu menghadapi para teroris. Jangan takut dengan ancaman para teroris. Karena Indonesia ini satu, semua untuk satu, dan satu untuk semua. Semua yang mengaku satu dalam Indonesia harus bersatu menghadapi para teroris yang mencemari nama Islam dan Indonesia ini.

3 thoughts on “Indonesia, the land of thousand disaster

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s