Sebuah Kemenangan


17 Desember 2008.

There’s A Hero
If You Look Inside Your Heart
You Don’t Have To Be Afraid
Of What You Are..

Hero – Mariah Carey

Entah kenapa gue seneng banget denger lagu itu. Mungkin karena artinya dalem banget, sampai-sampai Lagu itu menjadi The Most Played di MP3 Player gue. Kadang nyanyi-nyanyi di kamar mandi sampe mama marah-marah denger suara gue yang kayak Kucing kejepit pintu. Tapi mau gimana lagi, emang gue suka lagu itu kok! Dan karena hobi gue nyanyi lagu itu, suatu hari di bulan Desember 2008. Gue nyanyi-nyanyi lagu itu sambil duduk di Tangga sekolah. Wali kelas gue: Pak Tarjono, gak sengaja denger gue lagi nyanyi. Niat gue kabur karena malu, tapi Pak Taryono malah manggil gue. Dia bilang:

“Kamu mau gak nyanyi lagu itu buat mewakili kelas kita dalam English Singing Contest PORAK nanti?”

Gue langsung diem, sekaligus bingung. Karena sebelumnay gue emang belum pernah ditunjuk ikut kontes-kontes-an. Apalagi nyanyi. Lalu gue mikir bentar, kemudian gue jawab dengan Percaya Diri Tingkat Tinggi:

“SAYA SIAP PAK!!”

23 Desember 2008

Kontes pun dimulai. Diawali dengan sambutan dari kepala sekolah, kreasi dari masing-masing Ekskul, dan lomba-lomba pun dimulai. Acara PORAK atau Pekan OlahRaga dan Seni Antar Kelas ini emang rajin banget digelar oleh anak-anak OSIS Sekolah gue. Dan ketika English Singing Contest dimulai, gue langsung Nervouse duluan. Pernah terlintas di pikiran gue buat kabur aja, gue males kalo mesti nyanyi-nyanyi ditonton seluruh siswa sekolah gue. Gimana kalo gue entar Nervouse banget terus pingsan di panggung? aduh, muka gue mau ditaro dimana? Tapi gue yang milih ini, harusnya gue juga yang tanggung jawab dong! Akhirnya giliran gue dipanggil Untuk maju.
Dengan Semangat ’45, gue nyanyi. Seluruh siswa yang denger serentak diam. Gila, apakah suara gue seburuk itu sampe-sampe mereka diam? Ketika gue lanjutin ke bait selanjutnya:

Lord Knows, Dreams Are Hard To Follow
But Don’t Let Anyone, Tear Them Away…
Hold On, There Will Be Tomorrow..
In Time, You’ll Find The Way….

Semua yang dengerin gue kontan teriak. Ada yang ngasih Applause, semangat, celaan, dan lain sebagainya, tapi gue lanjutin nyanyi sampe tuntas. Akhirnya giliran gue selesai. Gue pasrah apa keputusan Juri. Seenggaknya gue udah berusaha, ato paling tidak gue bakalan di Skorsing oleh sekolah karena Pencemarah Suara di Kawasan Pendidikan sekolah gue!

19 Januari 2009

Seperti biasa gue berangkat dari rumah jam 5 pagi. Karena jam 6 pagi-nya gue harus mengikuti Pemantapan FISIKA. Udah jadi kebiasaan sih, karena sekolah gue ditunjuk oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sekolah yang harus mengikuti program School Quality Improvement Programme. Jadi istilah ‘pergi gelap pulang gelap’ udah jadi kebiasaan bagi gue!

Upacara senin pagi seperti biasanya dilaksanakan. Tapi ada satu hal yang berbeda di senin pagi itu. Di akhir upacara, diumumin pemenang English Singing Contest yang dilangsungkan pada tanggal 23 Desember 2008 Tahun lalu! Ketika pengumuman pemenangnya, gue udah pasrah kalah, tapi nama yang disebutin:

“Muhammad Nafis Mudhofar Purnama Siddi Wirayudha”

sertifikat

Gue kontan langsung: “HAH?? Kok Gue?” gue masih gak percaya, masih can’t imagine at all. Dan ketika gue maju ke depan, seluruh siswa ada yang teriak-teriak-lah, tepuk tangan-lah, ngumpat gue-lah, bilang gue: “pasti pake susuk”-lah, macem-macem deh pokoknya. Sampe gue pulang kerumah dan bilang ke mama juga, gue masih belum percaya. Mama malah bilang gini:

“gila lu Chup, juri-nya pada congek kali tuh!”

2 thoughts on “Sebuah Kemenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s